Social Media Agency


ARWUDA – Sukarelawan pendukung pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama meluncurkan Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (JASMEV), Ahad, 12 Agustus 2012. JASMEV merupakan wadah virtual komunitas sukarelawan pasangan nomor urut tiga itu untuk memacu sentimen positif di media sosial.

“Tugas utama JASMEV membantu sampaikan informasi positif tentang Jokowi-Ahok ke publik,” ujar koordinator JASMEV, Kartika Djoemadi, dalam peluncuran program ini di Pecenongan, Jakarta Pusat.

JASMEV nantinya akan mengambil isu seputar pasangan ini di dunia maya. Selain merilis situs, mereka juga melengkapi amunisi senjata di dunia maya dengan aktif di media sosial, seperti Twitter, Facebook, Kaskus, blog, dan Youtube. “Kami perlu mengoptimalkan kanal-kanal media sosial ini,” ujarnya.

Kartika menyatakan, JASMEV terbentuk atas inisiatif Jokowi-Ahok. Ide tersebut akhirnya dieksekusi oleh para sukarelawan yang mengaku tidak dibayar dalam menggerakan roda komunitas ini. “Kami (para sukarelawan) patungan sendiri,” ujarnya.

Saat ini, JASMEV telah berhasil merekrut 1.000 sukarelawan. Dalam presentasinya, mereka mengaku, hingga hari pencoblosan, 20 September, membutuhkan sekitar 10 ribu sukarelawan tambahan di dunia maya. “Nantinya pada hari pencoblosan, kami targetkan ada 1 juta tweet dukungan untuk Jokowi-Ahok,” ujarnya.

Untuk menjalankan JASMEV, Kartika merangkul agensi media sosial Arwuda Indonesia. Mereka bekerja sama untuk menjadikan konsep ini lebih mempopulerkan visi dan misi yang ditawarkan Jokowi-Ahok lewat dunia maya. “Fungsi media sosial harus dimanfaatkan baik, bukan hanya untuk kampanye negatif yang isinya mengejek atau memfitnah,” ujar Sony Subrata dari Arwuda Indonesia.

Praktisi media sosial politik, Yose Rizal dari PoliticalWave.com, menyatakan JASMEV adalah fenomena baru. “Mereka ingin mengkoordinasi sukarelawan agar pesan yang disampaikan lebih seragam dan terjaga,” ujarnya.

Koordinasi ini bisa membuat kekuatan Jokowi-Ahok di media sosial lebih kuat. “Aktivitas kubu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli lebih gencar (di media sosial) pada putaran dua. Mereka harus bisa mengimbangi,” ujarnya. Ia menyebutkan sentimen positif di media massa bisa menjadi salah satu tolok ukur perolehan suara pada saat pencoblosan. (M. ANDI PERDANA- Tempo.co)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: