Social Media Agency



ARWUDA – Banyak brand manager yang mempertimbangkan, apakah sebaiknya komunikasi di media sosial sebaiknya dilakukan secara internal (in-house) atau dilakukan secara eksternal (outsource).

Sebenarnya kedua keputusan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tetapi untuk mempertimbangkan hal tersebut, ada baiknya sebagai pemilik brand mempertimbangkan hal ini:

“Apakah saat ini brand tersebut menggunakan advertising agency atau tidak?”

Sebuah advertising agency atau biro periklanan memiliki pengalaman, kreativitas dan sumber daya manusia yang spesialis di bidangnya. Jika brand tersebut sudah cukup besar, tentunya dibutuhkan advertising agency untuk bisa mengelola komunikasinya di berbagai media massa dengan baik.

Tetapi untuk brand-brand tertentu yang tidak bersifat nasional, atau memiliki anggaran yang sangat terbatas, tentunya menggunakan advertising agency menjadi investasi yang relatif lebih besar daripada harus mengelola sendiri.

Dengan demikian, untuk brand-brand tersebut, akan lebih baik mengelola iklan atau promosinya secara internal (in-house) daripada eksternal (outsource).

Namun demikian, untuk brand-brand yang bersifat nasional atau bahkan internasional, tidak efisien lagi kalau semua dilakukan secara internal (in-house). Komunikasi dari brand tersebut perlu dilakukan secara profesional, dilakukan oleh para ahli komunikasi yang berpengalaman dibidangnya dan dengan spesialisasi dari beberapa disiplin ilmu yang tidak dimiliki didalam tim pengelola brand tersebut.

Nah, dengan landasan pemikiran yang sama, maka sebuah brand bisa ditentukan apakah membutuhkan sebuah social media agency atau tidak.

Kalau memang brand tersebut masih terlalu kecil, misalnya sebuah makanan ringan yang diproduksi secara rumahan (home-made), tentunya tidak membutuhkan sebuah social media agency. Akan tetapi jika suatu brand sudah dikomunikasikan menggunakan media elektronik atau media cetak nasional, maka perlu dipertimbangkan adanya social media agency yang bisa mengelola komunikasi brand tersebut secara lebih profesional.

Banyak kasus dimana komunikasi di media sosial bisa mengangkat pencitraan dan penjualan dari sebuah brand. Tetapi jangan sampai komunikasi yang salah di media sosial akhirnya menjatuhkan nama baik dari brand tersebut dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: